Thursday, 14 June 2012

Kematangan Berpikir


            “Bayu,, kamu og ga pernah kelihatan sedih ya,,seakan tanpa beban gitu..??”
Aku hanya melonggo waktu mendengar seorang sahabatku mengatakan hal itu padaku. Aku masih mengingatnya dengan jelas,, entah mengapa aku ga tahu apa yang menyebabkan dia mengatakan hal seperti itu kepadaku. Apakah karena aku  tak pernah memikirkan hal selain diriku sendiri, atau karena bagiku semua hal itu tak ada gunanya untuk dipikirkan hingga kita begitu menderita. gampange aku adalah orang yang simple dan terkesan menggampangkan suatu urusan.

Bagiku suatu masalah, memang patut untuk kita renungkan,,tapi jangan sampai kita terkalahkan oleh suatu masalah itu. Kadang ada orang yang berpikiran aku kudu begini-begitu jika berhadapan dengan suatu situasi yang begini. Hingga kadang terkesan NATO. Kalian tahu khan makna dari NATO ini,, yapz,,dia bukanlah suatu organisasi di atlantik utara (North Atlantic Treaty Organizaton) akan tetapi Nato disini adalah Not Action Talk Only alias Ngedabus,,hohoho bahasa mana lagy itu ngedabus,,^_^

Jika dalam suatu masalah kita hanya berteori-teori saja maka maslah itu ga akan bisa terpecahkan dengan baik. Lain halnya jika kita dapat mempraktekkan teori itu dlam kehidupan kita karena ga semua teori itu dapat dipraktekkan (katanya sch begono)…

Aku terkadang mikir (bisa mikir juga thoo si bayu ini,hehhehe) sebenarnya apa sch yang dipikirkan oleh semua pemimpin di dunia ini. Hmm paling gampang pemimpin organisasiku ini aja dech (baca: FoSEI). Kok dulu begitu aku menjadi seorang sekretaris umum, aku dibisikkin ma sekum lama gini,, “ntar siap-siap ga bisa tidur ya semalaman” mendengar itu aku hanya bisa melonggo,,”hah ga bisa tidur,, ngapa og ga bisa tidur??? Pikiranku yang sempit ini ga pernah mencari lebih lanjut terkait ma hal itu,, ternyata setelah sekian lama aku baru tahu apa yang menyebabkan mereka sampai segitunya (GA BISA TIDUR SEMALAMAN) itu karena mereka semua düşünmek, 考え, think, denken, 생각, penser, de-el-el

Mereka semua berpikir unk kedepannya itu bagaimana,, ??? akankah organisasi ini dapat bertahan ataukah mati di kepemimpinan mereka. Yapz, itulah suatu masalah besar bagi para pemimpin yang sangat bertanggungjawab seperti mereka semua. Mereka ga hanya memikirkan bagimana agar visi dan misi bisa terrealisasikan dengan baik akan tetapi mereka juga berpikir bagaimana agar organisasi ini dapat bertahan dan punya orang-orang yang hebat, yang dapat memimpin lebih baik dari mereka.

Ketika suatu kepemimpinan hanya berpikir untuk jangka waktu sekali maka dpat dipastikan kehancuran organisasi itu.. masalah ada buat dihadapi bukan untuk menyedap saja.

Tuesday, 5 June 2012

Dinar dirham


            Kondisi yang ada di Indonesia terutama seringnya terjadi inflasi dan harga-harga barang yang tidak stabil membuat para pengiat ekonomi islam berupaya agar ada solusi yang setidaknya dapat menguraikan sedikit kemelut yang ada. Keadaan ini menurut para pakar akibat dari penggunaan uang fiat (mata uang rupiah). Mereka memberiakn suatu solusi dengan mengangkat kembali mata uang yang dahulu digunakan pada zaman rasulullah yaitu uang DINAR dan uang DIRHAM.
            Sejarah mencatat bahwa sebelum rasulullah memakai uang tersebut berasal dari negeri Persia dan Yunani. Sebenarnya dalam melakukan suatu perdagangan, alat tukar itu mutlak harus ada, asalkan sama-sama Ridho antar kedua belah pihak. Alat tukar itu tidak harus berarti mata uang.
            Rasullullah selain seorang utusan yang menyampaiakn perintah dari Allah beliau juga adalah seorang khalifaha yang bertanggungjawab terhadap para umatnya. Beliau mengatasi adanya ketimpangan dalam hal ekonomi denagn menerapkan beberapa konsep, diantaranya yaitu:
1.      Membangun etika bisnis
2.      Membentuk wilayah
3.      Pendirian Baitul Maal
Konsep-konsep inilah yang seharusnya diterapkan dalam dunia. Dimana etika dalam berbisnis sangatlah penting. Sama-sama ridho dalam berniaga kadang dijadikan suatu dalil yang membenarkan adanya suatu permasalahan dalam transaksi. Suatu kerelaan yang kepepet itu tidak diperbolehkan.
Kembali ke topic terkait dengan dinar dan dirham. Al qur’an sudah diterangkan bahwa dinar dan dirham dapat digunakan sebagai alat tukar. Seperti dalam Q.S Ali Imran (3) ayat 75, “ Dan di antara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) di antara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya satu dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.”
Di dalam Q.S Yusuf (12) ayat 20, “ Dan mereka menjualnya (Yusuf) dengan harga rendah, yaitu beberapa dirham saja, sebab mereka tidak tertarik kepadanya.” Pada ayat diatas dijelaskan terkait dengan mata uang dirham. Sedangkan pada surat AL Kahfi (18) ayat 19 disebutkan bahwa “ Dan demikanlah kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara meraka berkata, “sudah berapa lama kamu disini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu pada siapa pun.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa “jangan kamu bertransaksi satu dinar dengan dua dianr; satu dirham dengan dua dirham; satu sha’ dengan dua sha’ karena aku khawatir akan terjadi Riba”.
Nah mengapa kita harus menggunakan dinar dan dirham, karena keduanya termasuk dalam alat tukar dan karena harganya lebih stabil. Namun ada hal yang harus kita cermati bersama, seperti yang sudah saya sebutkan di awal artikel ini bahwa, Sebenarnya dalam melakukan suatu perdagangan, alat tukar itu mutlak harus ada, asalkan sama-sama Ridho antar kedua belah pihak. Alat tukar itu tidak harus berarti mata uang.  Jadi uang ada atau tidak itu hukumnya BOLEH.
Setelah kita tahu bahwa hukum tersebut, marialh kita melihat pendapat dari para ulama terkait dengan dinar dan dirham.
1.        Menurut Abu Ubaid, segala sesuatu itu dipatok dengan ukuran dinar dan dirham.
2.        Menurut Ihya Ulumudin, dinar dan dirham itu sebagai tolak ukur suatu barang ayng ingin ditukarkan. Ambil contoh, pedagang A punya 1 unta yang setara 100 dinar, dia ingin menukarnya dengan tepung gandum kepunyaan pedagang B. maka jika terjadi pertukaran maka pedagang B harus menyiapkan gandum yang setara dengan 100 dinar. Barulah nanti dapat terjadi pertukaran antara pedagang A dan pedagang B.
3.        Menurut Ibnu Khaldun, dinar dan dirham digunakan sebagai alat ukur harta.
4.        Menurut Imam Al Ghazali, dinar dan dirham adalah nilai tengah dari nilai suatu barang, sedangkan
5.        Menurut Ibnu Rusyd, dinar dan dirham sebagai pengukurnya.
Ukuran dinar dan dirham itu sendiri adalah
1 dinar = 4,25 gram
1 dirham = 2,975 gram
Filosofi Keuangan Islam
·           Penghindari riba
·           Penghindari Gharar
·           Penghindaran perjudian dan permainan peluang
·           Prinsip pembiayaan alternative
·           Keuntungan yang sah dalam investasi
·           Hak atas keuntungan dari resiko dan tanggungjawab
·           Bank islam bertransaksi dengan barang bukan uang
·           Transparansi dan dokumentasi

Puisi SDD



AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

Dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(1989)



pada suatu hari nanti

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau tak akan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau tak akan letih-letihnya kucari


Metamorfosis

ada yang sedang menanggalkan
kata-kata yang satu demi satu
mendudukkanmu di depan cermin
dan membuatmu bertanya

tubuh siapakah gerangan
yang kukenakan ini
ada yang sedang diam-diam
menulis riwayat hidupmu
menimbang-nimbang hari lahirmu
mereka-reka sebab-sebab kematianmu

ada yang sedang diam-diam
 


Scooby-doo Say

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

There was an error in this gadget

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes