Tuesday, 2 June 2015

Happy Birthday Anata Kun

hai Anata Kun, saegil chukhamnida (anggep ajee bner) hahhahhaha

tanggal 3 Juni 2015,,, cieee yang mau ultah ke 27 hahhaha tambah tua aja nho kak, gmna?? udah merasa tua belum nich. kata mamah pas liat fotomu, "ihhh yuk kog masih imut banget,,," huaahahaha ga tau tuh mah kog masih imut2 banget. 

sekarang udah tua juga yaa,, pas pertama kali ketemu khan pean masih 20 tahun. hahha tapi selamat pokoknya semoga selalu dalam lindungan Allah ya kakak. 

oia mav yaaa tahun ini ga ad kado untukmu,, lagi tekor hebat nch,, ntar aja tak rapel kalo pea mau nikah jadi jangan lupa untuk undang adekmu ini yaaa, atau jadi pasanganmu juga boleh #eh 

semoga dengan bertambahnya usiamu ini, kedepannya dapat lebih baik lagi, bisa jadi panutan yang baik untuk kang kenzo kun, jadi kebanggaan bapak dan ibu, jadi kesayangan semua orang. jadi suami dan ayah ynag dapat diandalkan oleh istri dan anakmu entar. hehehhe

dalam ucapan kali ini hanya ad doa saja ya kakak, pokoknya semua harus lebih baik. aku tunggu kabar baik darimu kakak. semoga selalu bahagia. tetap jadi tong sampah yang bisa meringankan beban dari semua orang. jadilah pengembira selalu kakak.

OOO
XXX
Ubay

Suratku Untukmu

Hai apa kabar? Lama kita tak bersua melalui FB ataupun sms. Selama ini hanyalah itu yang dapat menghubungkan kita berdua. Aku tak pernah mencoba untuk menelponmu karena suaraku pasti bergetar jika berhubungan langsung denganmu, dan aku pasti akan binggung dengan apa yang akan kita bicarakan berdua.

Aku ingat terakhir kali kita saling berhubungan itu ketika ulang tahunku yang ke-22. Kau mengucapkan ucapan selamat yang selalu berbeda dengan yang lainnya. Tak pernah sedikitpun kau sama dengan yang lainnya. Aku ingat tahun lalu pun kau mengucapkannya setelah lewat beberapa hari dari hari bahagiaku itu. Tapi tak masalah selama kau masih mengingatnya walaupun terlambat beberapa hari.

Apa kabarmu disana? Rasa kangen jika tak bertemu denganmu walau hanya lewat media sosial.

Apakah kamu juga kangen denganku? Itu selalu menjadi pertanyaanku selama ini. Kangenkah kamu padaku?

Aku harap kamu bahagia disana, di tempat barumu. Jarak dan waktu kita tak memungkinkan kita untuk dapat bersama lagi. Aku ingat kamu pernah berkata bahwa cintaku sudah mengakar padamu sehingga takkan bisa berpindah ke lain hati. Benar cintaku kepadamu sudah menjadi sebuah pohon rindang yang dapat membuat orang nyaman jika berada di bawahnya.

Akan tetapi aku tak dapat melakukan apa-apa terhadap apa yang telah terjadi di antara kita. Aku selalu berdoa semoga kau bahagia selalu disana agar akupun bisa tersenyum manis untukmu. Aku tak ingin ada airmata saat mengingatmu, akan tetapi hanya senyuman manis yang ada saat dirimu hadir dalam ingatanku.

Aku ingin mengucapkan terimakasih karena kau telah selalu ada dalam kehidupanku selama beberapa tahun terakhir. Kamu membuat aku tertawa, tersenyum, marah bahkan menangis hanya karena bahasamu saja karena kita tak pernah bertatap muka.

Kini semua itu hanyalah tinggal kenangan karena kamu dan aku tak mungkin bersama. Bukan karena aku tak mau akan tetapi kamu telah pergi dan aku tak tahu dimana sekarang dirimu. Kamu sudah hilang dari hadapanku walau kamu masih sering mampir dalam hatiku. Masih bisakah kamu kembali di hadapanku lagi? Jika tidak maka lebih baik aku potong saja pohon ini, agar dia tak roboh dan melukai orang.

Entah kamu apa aku yang menghilang? Aku membaca kembali surat itu dan langsung tersadar atas apa yang sudah ku lakukan denganmu. Surat yang takkan pernah sampai kepada dirimu. Surat yang berisi semua keluh kesahku dan uneg-unegku. Surat yang berisi semua kerinduanku padamu. Sudah hampir 2 tahun kita tak lagi bersua, apa yang sebenarnya terjadi padamu sehingga kamu tak mau menemui aku. Apakah mungkin karena aku yang menghindarimu?

Aku bukannya menghindarimu akan tetapi aku menghindari apa yang telah kita lakukan. Sms-smsmu yang mesra itu membuat aku kangen padamu, akan tetapi saat ini kata-kata itu bukanlah milikku lagi. Aku tak berhak atas kata-kata itu darimu walaupun aku ingin setiap hari kamu mengucapkan itu untukku. Mungkin bagimu kata hanyalah kata tanpa makna. Sedangkan bagiku, kata-kata darimu itu beribu makna. Apakah aku masih terlalu berharap padamu? Aku juga tak tahu, mungkin hatiku lebih bahagia jika melihat kau dapat bersanding dengan seseorang yang membahagiakan hatimu.

Harapanku mulai ku kendalikan agar aku pun tak kecewa karenanya. Kata bang tere liye jika kita tak mau kecewa maka janganlah terlalu berharap. Ternyata maksud ucapanmu tentang “biarkan waktu yang mengungkapkan segalanya”. Ini kah? agar aku dan kamu tak pernah kecewa atas apapun yang akan terjadi di antara kita berdua.
Tegal, 28 Desember 2013

Lolos di Cerpen.com tanggal 8 Oktober 2014

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes